TUTUP
TUTUP
FOKUS

Menanti Pledoi Ahok

Ahok akan bacakan pledoi di persidangan Selasa, 25 April 2017.
Menanti Pledoi Ahok
Sidang Tuntutan Basuki Tjahaja Purnama (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Pro-kontra tuntutan Ahok

Tuntutan jaksa terhadap Ahok menuai respon masyarakat luas. Pro dan kontra mewarnai pasca tuntutan dibacakan. Salah satunya yang mencibir tuntutan jaksa adalah Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI).

Tuntutan satu tahun penjara dengan dua tahun masa percobaan dianggap ringan. Tuntutan ini dinilai tak independen karena intervensi pihak lain.

"Kami sangat kecewa tuntutan jaksa di mana jaksa hanya tuntut satu tahun penjara dan masa percobaaan dua tahun. Artinya, jaksa diduga keras diintervensi. Jaksa tidak independen," kata perwakilan GNPF MUI, Pedri Kasman usai persidangan, di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis, 20 April 2017.

Pedri menilai pihak tim jaksa cenderung membela dan meringankan Ahok dalam persidangan ini. Terkait tuntutan, ia menganggap sidang yang sudah digelar 19 kali ini terkesan mubazir.

"Dan jaksa ini seolah-olah pembela Ahok. Persidangan 19 kali menjadi mubazir," kata Pedri.

Ia mengimbau masyarakat ikut menyoroti tuntutan kasus penodaan agama ini. Pedri mendesak pihak kejaksaan agar mengoreksi tuntutannya.

"Agar segera siapkan diri tuntut keadilan di negeri ini. Allahu Akbar!" ujarnya.

Namun, dari pihak yang mendukung Ahok tak puas dengan tuntutan ini. Pihak kuasa hukum Ahok ingin kliennya dibebaskan karena jaksa tak bisa membuktikan kesalahan Ahok dalam dugaan penistaan agama.

Tim kuasa hukum, Wayan Sudirta menyebut pihak jaksa seperti ragu-ragu dalam merumuskan tuntutan. Keraguan ini terlihat dalam pembacaan tuntutan yang menyinggung nama Buni Yani sebagai pihak yang menyebabkan munculnya keresahan di masyarakat atas video yang diunggahnya.

"Jaksa kami lihat kebingungan, di satu pihak mereka bebankan Buni Yani, di pihak lain mereka mau menuntut Pak Ahok. Apalagi Tuntutannya percobaan, itu menunjukkan keragu raguan," ujar Wayan usai persidangan, Kamis, 20 April 2017.

Dalam pembacaan tuntutannya, jaksa menggunakan pasal dakwaan alternatif kedua, yakni Pasal 156 KUHP. Sementara Pasal 156a KUHP tak diterapkan karena dinyatakan tak bisa menjerat terdakwa.

Sementara, juru bicara Tim Pemenangan Ahok di Pilkada DKI 2017, Ruhut Sitompul menekankan tuntutan jaksa terbukti sebagai kebenaran yang terungkap. Ia menilai sidang dugaan penistaan agama yang menyeret Ahok hanya lebih terkait muatan politik.

Ia berharap pihak majelis hakim bisa bersikap jernih dalam memberikan vonis terhadap Ahok. Ruhut yakin pledoi yang dibacakan Ahok akan menjadi pertimbangan positif majelis hakim.

"Aku yakin majelis hakim punya suara hati kebenaran dalam memutuskan vonis kepada Ahok," kata Ruhut saat dihubungi, Kamis 20 April 2017. (adi)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP