TUTUP
TUTUP
FOKUS

Minahasa Merdeka, Haruskah?

Bagaimana sikap Presiden Jokowi?
Minahasa Merdeka, Haruskah?
Bendera lambang MInahasa Merdeka (VIVA.co.id/Facebook@Ancient of Minahasa)

Pesan Peringatan

Di luar itu, isu bahwa Minahasa Merdeka, sejatinya memang bukan sesuatu yang baru. Diakui memang ada sejumlah orang yang menjadikan isu ini sebagai posisi tawar.

Namun ini bukan untuk dalam definisi akan memerdekakan secara utuh. "Jangan coba-coba mengubah ideologi negara. Negara harus tegas. Jika tidak referendum Minahasa Merdeka siap kami kobarkan," kata seorang aktivis Referendum Minahasa, Rocky Oroh, Selasa, 16 Mei 2017.

Rocky mengisyaratkan bahwa secara prinsip orang Minahasa begitu mencintai Indonesia dengan segala keberagamannya. Ia pun tak menampik jika isu pemikiran negara baru dalam negara, bukan target mereka.

"Bentuk negara masih terlalu dini untuk dibahas. Yang pasti kami tidak main-main (soal sikap perlawanan terhadap perusak NKRI)" katanya.

Sikap para aktivis Referendum Minahasa ini juga diakui oleh kepolisian. Kabar bahwa Minahasa Merdeka, hanyalah sebagai peringatan keras.

Ia lahir dari sebuah perlawanan terhadap mereka yang merusak atau mengganggu keutuhan Indonesia. "Enggak ada makar, enggak ada satu pun," kata Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Bambang Waskito.

Demo desak polisi bebaskan terduga makar.

FOTO: Aksi warga meminta terduga pelaku makar di Jakarta dibebaskan beberapa waktu lalu

Kapolresta Manado Kombes Pol Hisar Siallagan juga membenarkan hal itu. Dari pengamatan di lapangan, ia juga memastikan bahwa apa yang digunjingkan publik soal Minahasa Merdeka, faktanya jauh berbeda.

"Mereka menguatkan pemerintah agar lebih tegas dalam menindak kelompok radikal yang intoleran maupun antipancasila. Jadi tidak ada warga Sulut yang ingin memisahkan diri,” kata Hilsar.

Sementara itu, Wakil ketua Komisi I DPR Hanafi Rais berpandangan bahwa sentilan soal Minahasa Merdeka, haruslah dipandang serius. Apalagi desas-desus itu dikaitkan dengan kasus yang membelit Ahok yang nun jauh di Jakarta.

"Mesti ditelusuri oleh aparat penegak hukum maupun intelijen. Siapa aktor di balik ini," kata Hanafi.

Atas itu, politikus Partai Amanat Nasional itu mengingatkan bahwa isu hendak memerdekakan diri janganlah dianggap remeh. Karena menurutnya hal ini bisa memicu gerakan di daerah lain.

"Jangan dianggap angin lalu. Karena potensi separatisme muncul dari yang kecil-kecil semacam itu," katanya.

Aksi pengunjuk rasa di Bandara Samratulangi Manado menolak Fahri Hamzah

FOTO: Aksi pengunjuk rasa di Bandara Samratulangi Manado menolak kedatangan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Sabtu (13/5/2017)

Sejauh ini, respons kepolisian diakui cukup dingin menghadapi isu yang beraroma makar ini. Kapolri Jenderal Tito Karnavian bahkan menganggap bahwa kabar Minahasa Merdeka sebagai sebuah ekspresi kekecewaan publik atas kesenjangan sosial di daerah.

Tito pun meyakini bahwa isu akan bisa diredam dan diselesaikan. Sebab, saat ini pemerintah telah berupaya menyamaratakan kesejahteraan di setiap daerah.

"Kita akan lakukan tindakan persuasif dulu kepada saudara-saudara di sana (Minahasa)" kata Tito.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP