TUTUP
TUTUP
FOKUS

Memburu Habib Rizieq

Dua kali, dia tidak memenuhi panggilan polisi.
Memburu Habib Rizieq
Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (VIVAnews/Adri Irianto)

Tentang Percakapan Mesum

Awalnya, Firza Husein adalah salah satu dari 11 tersangka dugaan kasus makar yang ditangkap aparat kepolisian pada Jumat, 2 Desember 2016. Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana itu dituduh berperan dalam mengumpulkan dana terkait aksi 2 Desember 2016 atau 212.

Saat itu ponsel Firza turut disita oleh polisi. Wanita ini sempat dilepas setelah menjalani pemeriksaan tapi kemudian ditangkap lagi di kediamannya, Lubang Buaya, Jakarta Timur, pada Selasa, 31 Januari 2017.

Ponselnya kembali diamankan oleh petugas. Firza juga ditahan dengan alasan tidak kooperatif. Setelah itu, kasus bergeser ke dugaan percakapan berbau pornografi antara Firza dan Rizieq.

Firza Husein, saat mendatangi Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan terkait foto tanpa busananya, Selasa (16/5/2017)

[Firza Husein saat mendatangi Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan terkait foto tanpa busananya, Selasa (16/5/2017). ANTARA FOTO/Galih Pradipta].

Dari penelusuran VIVA.co.id, percakapan dalam video beredar secara viral sejak Minggu 29 Januari 2017. Dalam video itu, sosok perempuan yang disebut bernama Firza sedang membicarakan seseorang yang disebut dengan nama Rizieq.

Tak hanya itu, media sosial juga diramaikan potongan gambar percakapan melalui layanan WhatsApp (WA) yang diduga dilakukan Firza dan Rizieq terkait percakapan mesum.

Lalu pada Senin 30 Januari 2017 malam, Aliansi Mahasiswa Anti Pornografi melaporkan adanya situs yang mengandung konten pornografi ke Polda Metro Jaya. Pelapor, Jefri Azhar, melampirkan bukti berupa print out percakapan mesum pria yang diduga Rizieq Syihab dan Firza Husein.

Adapun, tiga situs yang dilaporkan Jefri yakni www.baladacintarizieq.com, www.4nSh0t.com dan www.s05exybib.com. Laporan Jefri itu tertuang dalam nomor laporan polisi bernomor LP/510/I/2017/PMJ/Ditreskrimsus.

Jefri mengatakan, alasannya melaporkan situs tersebut karena sudah menyebar viral di media sosial. Ia khawatir, situs yang mengandung konten pornografi tersebut dapat mengganggu generasi penerus bangsa.

Dalam laporan tersebut, Jefri melaporkan ketiga situs itu dengan Pasal 4 ayat (1) jo Pasal 29 dan atau Pasal 32 UU RI No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan atau Pasal 27 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (1) UU RI No 19 tahun 2016 atas perubahan UU RI No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Rizieq sendiri secara tegas membantah dan memastikan bahwa itu adalah fitnah yang keji. "Tentang beredarnya ada rekaman fitnah yang mengatasnamakan Firza Husein dan juga saya, sekali lagi saya katakan itu semua adalah fitnah dan kita tahu alhamdulillah kemarin bahwa Firza Husein juga sudah menyampaikan bantahan yang disampaikan oleh jubirnya, kalau tidak salah Yakub Arupalaka," kata Rizieq di Mapolda Metro Jaya Rabu, 1 Februari 2017.
 
Rizieq menegaskan, Firza Husein juga menolak kemunculan screenshot dan rekaman suara yang beredar. Menurut Rizieq, itu semua adalah fitnah yang sengaja dibuat sejumlah oknum untuk menjatuhkan dirinya.
 
"Firza Husein menolak. Rekaman suara ataupun foto, tidak ada sama sekali. Dia tidak bertanggung jawab dan tidak tahu menahu bahkan beliau marah dan akan melakukan penuntutan terhadap yang melakukan rekayasa tersebut," kata Rizieq.
 
Rizieq mengaku sudah sangat sering mendapatkan fitnah keji semacam ini. Beberapa fitnah yang pernah ia dapatkan salah satunya yaitu mendapatkan fitnah beristri enam, difitnah sodomi Laskar FPI, difitnah selingkuh, kemudian difitnah terima sogokan Rp100 miliar dan terakhir menurutnya ia menerima fitnah berupa serobot tanah negara dan difitnah menghina Pancasila anti-Bhinneka Tunggal Ika.
 
"Jadi sudah segudang fitnah yang ada dan jawaban saya terhadap fitnah-fitnah tadi cukup yaitu Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir, Wala Haula Wala Quwwata Illa Billahil Aliyil Adzim," ujarnya.

[Tim Hukum Habib Rizieq Kantongi Penyebar Baladacintarizieq].

Daftar Kasus

Selain kasus dugaan percakapan berbau pornografi, Rizieq juga dihadang berbagai perkara hukum lainnya.

1. Laporan dari Puteri Presiden Pertama RI, Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri, ke Mabes Polri dengan tuduhan menghina Pancasila. Mabes Polri lalu melimpahkan kasus itu ke Polda Jabar pada November 2016. Dasar pelaporan adalah video yang menayangkan ceramah Rizieq di hadapan anggota FPI di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, pada 2011.

Setelah gelar perkara dengan pemeriksaan 18 saksi, pria kelahiran Jakarta, 24 Agustus 1965 itu ditetapkan sebagai tersangka pada Senin, 30 Januari 2017. Perbuatan Rizieq dianggap memenuhi Pasal 154 A tentang Penodaan pada Lambang Negara dan Pasal 320 tentang Pencemaran Nama Baik pada Kitab Undang Undang Hukum Pidana.

Kabar terakhir, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat mengembalikan berkas tahap satu kasus tersebut ke penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat. Alasannya, pasal yang disangkakan penyidik masih jauh dari kelayakan syarat formil dan materil. [Kejaksaan Kembalikan Berkas Habib Rizieq ke Polda Jabar]

2. Rizieq dilaporkan ke Polda Jawa Barat, oleh organisasi masyarakat Angkatan Muda Siliwangi (AMS) soal penghinaan salam Sunda. Dalam sebuah ceramah di Purwakarta pada 13 November 2015 lalu, Habib Rizeq memplesetkan salam Sunda "Sampurasun" menjadi "Campuracun".

3. Rizieq dilaporkan oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKRI) ke Polda Metro Jaya, Senin, 26 Desember 2016. Rizieq dalam ceramahnya di Jakarta diduga melakukan penistaan agama Krtistiani dengan sangkaan Pasal 156 a Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

4. Rizieq juga dilaporkan oleh Jaringan Intelektual Muda Anti Fitnah (JIMAF) ke Polda Metro Jaya, Minggu, 8 Januari 2017. Alasannya, dalam ceramahnya yang sudah menyebutkan kalau uang kertas baru yang diterbitkan Bank Indonesia berlogo palu arit yang merupakan lambang Partai Komunis Indonesia.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP