TUTUP
TUTUP
FOKUS

Ramadan Tanpa Gejolak Harga

Permintaan yang banyak, namun stok sedikit membuat harga sempat naik.
Ramadan Tanpa Gejolak Harga
Harga komoditas pangan jelang Ramadan tahun ini masih relatif stabil. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Pemerintah terus melakukan pemantauan terkait persediaan bahan pangan jelang Ramadan di sejumlah titik daerah yang rawan. Jika persediaan aman, akan memengaruhi harga yang terkendali.

Untuk mendukung strategi pemerintah, pihak spekulan diingatkan agar tak macam-macam menaikkan harga pangan saat Ramadan. Sejauh ini kondisi harga komoditas seperti beras, gula, hingga daging masih terkendali.

"Kondisi stok dan harganya cukup terkendali. Jadi, beberapa bahan pokok itu semua aman," tutur Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita.

Selain pengecekan langsung, pemerintah juga punya strategi lain dengan menyiapkan teknis distribusi agar lancar. Salah satu contohnya pendistribusian di Ibu Kota negara, DKI Jakarta.

Langkah di Jakarta ini dilakukan dengan cara mendistribusikan dengan sedikitnya 20 truk ukuran besar berisi bahan makanan pokok yang kemudian disebarkan ke sejumlah titik di Jakarta.

Namun, tak hanya Jakarta, pemerintah juga memberlakukan operasi pasar yang dinamakan Gerakan Stabilisasi Pangan. Kebijakan ini berlaku serentak di seluruh Indonesia. Bahan makanan pokok tersebut nantinya akan dijual ke konsumen oleh pedagang pasar.

Kemudian, sistem yang dipakai pemerintah dengan melakukan titip jual. Barang-barang yang didistribusikan pemerintah akan dijual oleh pedagang untuk menstabilkan harga khususnya jelang Ramadan.

Untuk mendukung upaya ini, Perum Bulog mengatur harga bahan pangan yang dititipkan ke pedagang. Cara ini untuk mencegah permainan harga yang dilakukan pedagang.

Contoh batas harga yang ditetapkan antara lain Beras Kita Rp56 ribu per kilogram, Beras Kita Pandan Wangi Rp69.500 per lima kilogram, dan gula pasir Rp11.900 per kilogram.

Terkait pencegahan praktik penimbunan bahan pangan, Polri juga akan menindak tegas terhadap pelaku. Tindakan tegas diterapkan untuk menjaga stabilitas harga pangan selama bulan Ramadan hingga perayaan Idul Fitri, sehingga tak dipermainkan para spekulan.

Rapat koordinasi dalam rangka menjaga kestabilan harga pangan sudah dilakukan pada awal Mei. Tindakan tegas terhadap penimbun dan menjamin kelancaran distribusi jadi perhatian Polri.

Selain itu, persoalan yang terkait dengan persaingan usaha, sehingga menimbulkan penimbunan menjadi catatan Polri.

"Ini yang harus diperhatikan bagaimana teknis persoalan rantai distribusi. Jangan sampai ada upaya menimbun, mafia monopoli bahan pangan yang sebabkan penimbunan. Itu yang kami cegah," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto, Rabu, 17 Mei 2017.

HARGA KOMODITAS PANGAN STABIL

Harga beras jelang Ramadan tahun ini masih relatif aman.

Selanjutnya, Suara Pedagang

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP