TUTUP
TUTUP
FOKUS

Kala Meriam Asal Tiongkok Renggut Nyawa Prajurit TNI

TNI harus investigasi menyeluruh. Jangan membuat mereka mati sia-sia.
Kala Meriam Asal Tiongkok Renggut Nyawa Prajurit TNI
Pemakaman seorang prajurit TNI yang gugur saat latihan di Natuna pada 17 Mei 2017. (ANTARA FOTO/Aji Styawan)

Menembak Liar

Penyebab satu meriam Giant Bow itu malafungsi masih misteri. Soalnya sebelum digunakan latihan tempur, semua meriam berfungsi baik. Saat tak digunakan atau ketika disimpan di markas pun selalu diperiksa dan dirawat rutin.

Para prajurit yang dilatih untuk mengawaki atau mengoperasikan senjata itu pun rutin berlatih. Mereka pun dipilih diberangkatkan ke Natuna karena sudah terlatih, bukan prajurit yang sama sekali tak pernah menyentuh meriam itu.

“Kita selalu lakukan pengecekan sebelum digunakan. Pelaksanaan (latihan pendahuluan hari pertama Pasukan Pemukul Reaksi Cepat di Natuna) tidak ada masalah," kata Alfret Denny Tuejeh di Jakarta pada Kamis.

Entah akibat faktor apa satu meriam itu malah bermasalah kemudian. Denny mengatakan, "Meriam itu tiba-tiba tidak berfungsi dan menembak sembarangan, jadi liar.” Tembakan liar itu mengarah ke sejumlah prajurit sehingga empat meninggal dunia dan delapan luka-luka.

Denny menjelaskan lebih spesifik bagian yang bermasalah pada meriam itu, yakni pembatas laras tembak. Pembatas itu tak berfungsi sehingga arah tembakan berubah lalu mengenai sejumlah prajurit di lokasi.

Berikut ini identitas korban:

Meninggal dunia

1. Kapten Arh Heru Bayu
2. Prajurit Kepala Edy
3. Prajurit Satu Marwan
4. Prajurit Satu Ibnu

Luka-luka

1. Sersan Dua Alfredo Siahaan
2. Sersan Satu Blego
3. Prajurit Dua Wahyu Danar
4. Prajurit Satu Bayu Agung
5. Prajurit Satu Ridai
6. Prajurit Satu Didik
7. Prajurit Kepala Edi Sugianto
8. Pembantu Letnan Dua Dawid

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP