TUTUP
TUTUP
FOKUS

Heboh Jenderal Polisi di Balik Teror Air Keras Novel

Ini klaim serius dari Novel Baswedan sebagai korban. Polri harus usut.
Heboh Jenderal Polisi di Balik Teror Air Keras Novel
Novel Baswedan diterbangkan ke Singapura untuk menjalani perawatan khusus. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Novel Heran

Penanganan yang tak juga menunjukkan hasil positif membuat Novel berbicara. Kali ini dengan bobot yang lebih serius. Dia mengungkapkan keheranannya atas proses penyelidikan kasus penyiraman air keras yang menimpanya.

"Saya sebenarnya telah menerima informasi bahwa seorang jenderal kepolisian – level tinggi dari jajaran kepolisian – terlibat (dalam kasus penyiraman air keras). Awalnya, saya bilang itu informasi yang bisa jadi salah. Namun, kini sudah dua bulan lamanya dan kasus saya tak juga menemukan titik terang. Saya katakan, perasaan saya bahwa informasi itu bisa saja benar," ujar Novel seperti dikutip di media internasional Time.com, Selasa, 13 Juni 2017.

Atas tuduhan itu, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto pun meminta agar Novel menyampaikan keterangannya dengan menuangkan di Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"Kalau mau keterangannya itu menjadi suatu keterangan yang berharga silakan dituangkan di berita acara pemeriksaan," kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Juni 2017.

Setyo mengatakan jika keterangan Novel itu disampaikan ke media saja maka tidak bisa dijadikan untuk pro justitia.

Setyo menjelaskan, bahwa penyidik sudah pernah meminta keterangan Novel, namun hal itu belum tuntas. Penyidik berencana akan kembali meminta keterangan Novel di Singapura jika penyidik KPK itu bersedia.

"Kemarin diminta ketarangan tapi tidak tuntas. Tapi mungkin kalau yang bersangkutan bersedia diperiksa nanti mungkin diperiksa di Singapura," katanya.

Setyo mengatakan, kasus ini masih ditangani oleh Polda Metro Jaya. Dia mengatakan belum ada rencana Mabes Polri untuk mengambil alih penanganan kasus tersebut.

"Boleh dong (periksa keterangan) karena dia korban. Kami kerja sama terus dengan KPK. (Ditangani) Polda saja," ujarnya.

[Komnas HAM Ungkap Penyerang Novel Baswedan Orang Terlatih]

Setyo justru mengingatkan agar Novel berhati-hati jika ingin menyebut nama. Sebab, jika itu tidak terbukti bisa punya dampak hukum lain. Maka, Setyo menyarankan jika Novel mempunyai informasi agar disampaikan ke penyidik dan dituangkan ke dalam BAP.

"Kalau dia menyebut nama, sebaiknya hati-hati, karena kalau menyebut nama dan tidak terbukti ada implikasi hukum," ujar Setyo.

Terkait pernyataan Novel saat diwawancarai oleh Time, yang menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum jenderal kepolisian dalam peristiwa penyiraman air keras yang menimpanya, menurut Setyo, akan dicek kembali oleh institusinya mengenai kebenarannya. "Nanti kita cek ini, kan keterangan," kata Setyo.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Mochammad Iriawan tak banyak berbicara menanggapi pemberitaan dan pengakuan Novel itu.

Iriawan mengaku belum membaca secara lengkap pemberitaan tersebut. Apalagi, mengenai argumen Novel yang menyatakan, bahwa ada oknum polisi berpangkat bintang di balik apa yang menimpa dirinya.

"Ada itu? Saya belum baca, nanti saya coba lihat. Enggak ada (oknum polisi terlibat,)," kata dia di Markas Polda Metro Jaya, Rabu 14 Juni 2017.

Selanjutnya...Tantangan Kapolri

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP