TUTUP
TUTUP
FOKUS

Heboh Jenderal Polisi di Balik Teror Air Keras Novel

Ini klaim serius dari Novel Baswedan sebagai korban. Polri harus usut.
Heboh Jenderal Polisi di Balik Teror Air Keras Novel
Novel Baswedan diterbangkan ke Singapura untuk menjalani perawatan khusus. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Jangan Setengah-setengah

Sejumlah politisi di Senayan juga ikut berkomentar. Misalnya adalah anggota Komisi III DPR Nasir Djamil.

Pertama-tama, Nasir mempertanyakan maksud dari pernyataan Novel tersebut, apakah memang ada buktinya atau tidak. Kemudian siapa jenderal tersebut.

"Nggak boleh sedikit-sedikit diungkapkan. Kalau mau terbuka, terbuka habis. Jangan setengah-setengah. Membuat orang penasaran. Bahkan terkesan bisa membunuh karakter para jenderal," kata Nasir kepada Viva.co.id.

Nasir mengungkapkan bahwa Novel adalah figur pemberani. Karena itulah, dia disiram air keras.

"Kenapa untuk sebutkan nama jenderal dia gak sebutkan? Ada apa? Jadi jangan sampai novel dinilai justru mengeruhkan air yang sudah keruh," tegasnya.

Dia mengakui lebih bagus bila Novel bicara soal ada oknum jendral di balik kejadiannya. Apa keterlibatan jenderal itu.

"Jangan nanti dia bilang polisilah tugasnya cari, yang penting saya sudah kasih tahu jenderal. Gak boleh kayak gitu juga. Tugas polisilah carinya. Kan sudah kasih tahu ada oknum jendrral. Ini membuat orang jadi gak fokus lagi," tuturnya.

Dia juga menyarankan Novel melaporkan bahwa ada dugaan oknum jenderal terlibat dalam kasus yang dialami. Keterlibatannya seperti apa, langsung atau tidak langsung.

"Seperti apa. Kenapa kira-kira. Ada apa. Jadi diharapkan Novel bisa membantu. Tanpa keterangan Novel, sulit terungkap. Dugaan saya ini balas dendam. Mungkin aja. Karena sepak terjangnya membuat orang kayak gimana gitu," kata Nasir.

Selanjutnya, Wakil Ketua MPR yang sekaligus Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nur Wahid. Senada, dia juga meminta agar penyidik senior KPK itu menyebut nama oknum jenderal yang diduga terlibat dan membuktikannya supaya semuanya clear dan tidak menggantung jadi polemik.

Dia malah menyesalkan tindakan Novel yang justru menyampaikan dugaan keterlibatan jenderal polisi pada media asing. Dia menilai masalah tersebut bukan persoalan kecil mengingat kepolisian sampai saat ini belum menemukan pelaku teror.

Terlepas dari itu, Hidayat berharap polisi bisa menyelesaikan masalah itu dengan cepat. Sebab, semua terkait dengan kepercayaan publik dan komitmen polisi dalam memberantas korupsi.

Harapan yang sepertinya juga menjadi harapan seluruh masyarakat Indonesia. Lagi pula, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochammad Iriawan sudah pernah menegaskan kasus Novel adalah hutang baginya yang tentunya wajib dibayar atau dilunasi. (ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP